login

Link

Advertise
 
Advertise
 
Advertise

Ensiklopedia

Kriptoanalisis: Brute Force Attack

  • PDF

Kriptoanalisis: Brute Force Attack
Kriptoanalisis (dari bahasa Yunani kryptós, "tersembunyi", dan analýein, "melepaskan") adalah disiplin ilmu mengenai metode membaca pesan terenkripsi (tersandi), tanpa mengetahui informasi rahasia atau kunci yang seharusnya digunakan untuk membaca pesan tersebut. Dalam bahasa sehari-hari, kriptoanalisis bisa dikatakan ilmu memecahkan sandi. Disiplin ilmu yang digunakan pada kriptografi antara lain matematika, linguistik, logika, dan ilmu komputer.

Kriptoanalisis pertama kali dicetuskan oleh ilmuwan Arab zaman kekhalifahan Abbasiyah al-Kindi. Dalam bukunya Sebuah Naskah dalam Memecahkan Pesan-Pesan Kriptografis, ia menjelaskan secara detail metode analisis frekuensi, yang merupakan dasar bagi metode-metode kriptoanalisis. Kriptoanalisis terus berkembang sesuai perkembangan teknologi. Salah satu contoh kasus terkenal adalah kriptoanalisis mesin Enigma pada Perang Dunia II. Pada pertengahan 1970-an muncul kelompok baru kriptografi yang disebut kriptografi asimetrik. Penemuan ini menyebabkan terjadinya perubahan radikal pada metode-metode kriptoanalisis, yang melibatkan matematika murni.

Salah satu metode kriptoanalisis yang paling mendasar dan dapat dipakai untuk semua algoritma kriptografi adalah brute-force attack yaitu dengan mencoba semua kemungkinan kunci untuk mendekripsikan chipertext yang berhasil didapatkan. Semakin panjang kunci yang digunakan maka semakin lama brute-force attack dilakukan.



Sumber:
Analisis Perbandingan Dan Implementasi Algoritma Stream Chiper RC4 Dan Algoritma Block Chiper Rijndael Pada Video Streaming
Muh. Iksan Ilyas (113098035)
Library IT TELKOM Bandung
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."