login

Link

Advertise
 
Advertise
 
Advertise

Ensiklopedia

Teknik Pengkodean Data Digital Pada LAN

  • PDF
HDB3
Pengkodean HDB3 (High Density Bipolar – 3 zeros) adalah suatu teknik yang mengkodekan setiap 4 bit nol yang berurutan menjadi sebuah variasi dari tiga bit nol dan sebuah level tegangan, baik itu positif maupun negative, dengan ketentuan sebagai berikut:

Tabel 1 Aturan Teknik Pengkodean HDB3

Polaritas pulsa sebelum 4-zeros
Jumlah pulsa bipolar (bit 1) sejak substitusi terakhir
Ganjil
Genap
Negative (-) 000- +00+
Positif (+) 000+ -00-



Gambar 1. Contoh teknik pengkodean HDB3

MLT-3

Teknik pengkodean MLT-3 (Multi Level Transmit - 3) digunakan pada 100BASE-TX dan FDDI dengan kabel twisted pair. MLT-3 membuat setiap output memiliki transisi untuk setiap biner satu, dimana transisi tersebut terdiri dari tiga level tegangan, yaitu tegangan positif (+V), tegangan negative (-V) dan tanpa tegangan (0). Aturan yang digunakan dalam teknik pengkodean MLT-3 adalah sebagai berikut:
  1. Jika bit input nol, maka output saat ini mempunyai nilai yang sama dengan output sebelumnya (tidak ada transisi)
  2. Jika bit input satu, maka output saat ini mengalami transisi dengan dua kemungkinan nilai output, yaitu:
    1. Jika output sebelumnya +V atau –V, maka output saat ini adalah nol
    2. Jika output sebelumnya nol, maka output saat ini adalah kebalikan dari output terakhir yang bukan nol

Gambar 2. Diagram State Pengkodean MLT-3



Gambar 3. Contoh teknik pengkodean data MLT-3

8B10B

Teknik pengkodean 8B10B merupakan teknik pengkodean data yang mengubah setiap 8 bit data menjadi 10 bit untuk ditransmisikan. Pada dasarnya teknik ini merupakan gabungan dari teknik pengkodean 5B6B dan 3B4B. Dari 8 bit data, 5 bit data rendah (low) dikodekan menjadi 6 bit, sedangkan 3 bit data tinggi (high) dikodekan menjadi 4 bit. Dalam teknik pengkodean ini, data yang akan dikirim diberi symbol D.x.y, dimana nilai x antara 0 – 31 dan nilai y antara 0 – 7. Selain itu juga dilengkapi dengan 12 special symbol yang digunakan untuk mengindikasi start of frame, end of frame, link idle, skip and similar link level conditions. Comma symbol (K.x.y) digunakan sebagai batas setiap 10 bit yang telah dikodekan dan mempunyai bentuk pengkodean yang berbeda dengan D.x.y.


Gambar 4. Diagram Pengkodean 8B10B


  1. Running Disparity

  2. Tabel 2. Aturan Running Disparity (RD)

    Previous RD
    Disparity of 6 or 4 Bit Code
    Next RD
    -1
    -2
    not used (choose +2
    encoding instead)
    -1
    0
    -1
    -1
    +2
    +1
    -2
    -2
    -1
    -2
    0
    +1
    -2
    +2
    not used (choose −2
    encoding instead)

    Keterangan:
    Disparity of 6 or 4 bit code, maksudnya jumlah bit setelah dikodekan menjadi 6 atau 4 kode bit dengan asumsi bahwa bit 1 bernilai (+1) dan bit 0 bernilai (-1). Running disparity selalu dimulai dari -1.

  3. Pengkodean 5B6B

  4. Tabel 3. Pengkodean 5B6B


  1. Pengkodean 3B4B
  2. Tabel 4. Pengkodean 3B4B


    Keterangan:
    *Untuk D.x.7, ada dua pilihan yaitu primary (D.x.P7) dan alternate (D.xA7) yang harus dipilih agar tidak terbentuk lima bit “1” atau “0” secara berurutan setelah dikombinasikan dengan pengkodean 5B6B sebelumnya. D.x.A7 hanya digunakan untuk nilai x = 17, 18, dan 20, 11, 13, dan 14 . Control codes (K.x.7) digunakan untuk nilai x = 23, 27, 29, dan 30

  3. Kontrol Simbol

  4. Tabel 5.
    Kontrol Simbol



 



Sumber:
PERANCANGAN SIMULATOR ENCODER MLT-3 DAN 8B10B UNTUK TRANSMISI DATA DIGITAL PADA JARINGAN LAN
(THE DESIGN OF MLT-3 AND 8B10B ENCODER SIMULATOR FOR DIGITAL TRANSMISION IN LAN NETWORK)
MARLIANA SISKAWATI (611061004)
Library IT TELKOM Bandung
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

LAST_UPDATED2