login

Link

Advertise
 
Advertise
 
Advertise

Ensiklopedia

Mikrokontroler AVR ATmega8535

  • PDF
Mikrokontroler yaitu teknologi semikonduktor dengan kandungan transistor yang lebih banyak namun hanya membutuhkan ruang yang kecil, dapat digunakan untuk membuat suatu aplikasi. Pada mikrokontroler, program kontrol disimpan dalam ROM yang ukurannya relatif lebih besar, sementara RAM digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara, termasuk register-register yang digunakan pada mikrokontroler yang bersangkutan.

Salah satu keluarga dari mikokontroler 8 bit AVR adalah mikrokontroler ATmega8535. ATmega8535 inilah yang akan digunakan dalam proyek akhir ini.


Gambar 1. Blok diagram mikrokontroler AVR


Blok Diagram AVR
Bagian-bagian blok diagram di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. ALU (Arithmatic Logic Unit) adalah processor yang bertugas mengeksekusi (eksekutor) kode program yang ditunjuk oleh program counter.
  2. Program Memori adalah memori Flash PEROM yang bertugas menyimpan program (software) yang kita buat dalam bentuk kode-kode program (berisi alamat memori beserta kode program dalam ruangan memori alamat tersebut) yang telah dicompile berupa bilangan heksa atau biner
  3. Program Counter (PC) adalah komponen yang bertugas menunjukkan ke ALU alamat program memori yang harus diterjemahkan kode programnya dan dieksekusi. Sifat dari PC adalah linier artinya menghitung naik satu bilangan yang bergantung alamat awalnya. Misalnya jika isi PC 0x000 maka naik satu menjadi 0x001 yang berarti menyuruh ALU mengeksekusi kode program yang berada pada alamat 0x001 program memori. Jika isi PC dari 0x002 dipaksa (instruksi lompatan) 0x02A maka akan naik satu menjadi 0x02B dan melakukan tugasnya begitu seterusnya.
  4. 32 General Purpose Working Register (GPR) adalah register file atau register kerja (R0-R31) yang mempunyai ruangan 8-bit. Tugas GPR adalah tempat ALU melibatkan GPR. GPR terbagi dua yaitu kelompok atas (R16-R31) dan kelompok bawah (R0-R15), di mana kelompok bawah tidak bisa digunakan untuk mengakses data secara langsung (imidiet) data konstan seperti instruksi assembly LDI, dan hanya bisa digunakan antar-register, SRAM, atau register I/O (register port). Sedangkan kelompok atas sama dengan kelompok bawah hanya mempunyai kelebihan dapat mengakses data secara langsung (imidiet) data konstan. Kelebihan lain dari GPR adalah terdapat register pasangan yang digunakan untuk pointer (penunjuk ke alamat tertentu XH:XL(R27:R:26), YH:YL(R29:R28), ZH:ZL(R31:R30), hanya register pointer Z yang dapat digunakan untuk menunjuk ke alamat memori program.
  5. Static Random Access Memory (SRAM) adalah RAM yang bertugas menyimpan data sementara sama seperti RAM pada umumnya mempunyai alamat dan ruangan data. Alamat terakhir dari SRAM bergantung pada kapasitas SRAM, biasanya sudah didefinisikan pada file header dengan nama RAMEND, jadi kita tidak perlu mengingat alamat SRAM yang terakhir, pakai saja RAMEND. RAMEND biasanya digunakan untuk membuat stack (alamat terakhir dari SRAM). Dalam bahasa C, pembuatan stack menjadi tanggungan compiler
  6. Internal Pheripheral adalah peralatan/modul internal yang ada dalam mikrokontroler seperti saluran I/O, interupsi eksternal, Timer/Counter, USART, EEPROM dan lain-lain. Tiap peralatan internal mempunyai register port (register I/O) yang mengendalikan peralatan internal tersebut. Kata-kata port dan I/O di atas bukan hanya pin input atau output tetapi semua peralatan internal yang ada di dalam chip, di sini disebut port atau I/O (dengan kata lain di luar CPU adalah I/O walaupun kenyataanya berada dalam chip)

Fitur ATmega8535
Beberapa fitur yang disediakan ATmega8535
  1. 1. Performa tinggi, termasuk mikrokontroler 8-bit AVR daya rendah.
  2. Arsitektur RISC yang telah maju
    • 130 instruksi kuat – Most Single Clock Cycle Execution
    • 32 x 8 Register kerja multifungsi
    • Operasi statis penuh
    • Throughput hingga 16 MIPS pada 16 MHz
    • Multiplier 2-cycle on-chip
  3. Program nonvolatile dan data memori
    • 8K bytes In-System Self-Programmable Flash dengan kemampuan 10.000 write/erase cycle
    • 512 bytes EEPROM dengan kemampuan 10.000 wirte/erase cycle
    • 512 bytes RAM internal
    • Penguncian program untuk keamanan sistem
  4. I/O dan paket
    • 32 programmable I/O lines
    • 40 pin PDIP, 44-lead TQFP, 44-lead PLCC, 44-pad QFN/MLF
  5. Tingkat kecepatan
    • 0 – 8 MHz untuk ATmega8535L
    • 0 - 16 MHz untuk ATmega8535
  6. Tegangan operasi
    • 2,7 – 5,5 Volt untuk ATmega8535L
    • 4,5 – 5,5 Volt untuk ATmega8535
  7. Fitur spesial mikrokontrolernya
    • Power-on reset dan deteksi programmable brown-out
    • Osilator RC kalibrasi internal
    • Interupt source external dan internal
    • Enam mode Sleep: Idle, ADC noise reduction, Power-save, Power-down, Stand-by, dan Extended Stand-by.
  8. Fitur Pheripheral
    • Dua timer/counter 8-bit dengan Separate Prescalers dan Compare Modes
    • Satu timer/counter 16-bit dengan Separate Prescalers, Compare Modes, dan Capture Modes.
    • Counter real time dengan osilator terpisah
    • Empat channel PMW
    • 8 channel, 10-bit ADC
    • Serial interface dwikabel byte-oriented
    • Programmable serial USART
    • Master/slave SPI serial interface
    • On-chip analog comparator



Gambar 2. Konfigurasi Pin ATmega8535 PDIP





Gambar 3. Konfigurasi pin ATmega8535 TQFP/MLF





Gambar 4. Konfigurasi pin ATmega8535 PLCC


Konfigurasi Pin ATmega8535
Konfigurasi pin ATmega8535 adalah sebagai berikut:
  1. Vcc : Tegangan supply
  2. GND : Ground
  3. Port A (PA7 .. PA0) : Port A digunakan sebagai input analog ke ADC, kemudian port ini juga berfungsi sebagai sebuah port I/O bidireksional 8-bit, jika ADC tidak digunakan port pin berfungsi sebagai resistor pull-up internal (dipilih untuk setiap bit). Buffer output port A memiliki karakter drive yang simetrik dengan high sink (serap) dan source (catu) capability. Ketika pin PA0 ke PA7 digunakan sebagai input pulled-low eksternal, pin-pin tersebut akan dicatu jika pull-up resistor diaktifkan.
  4. Port B (PB7 .. PB0) : Port I/O 8-bit dengan pull-up internal tiap pin. Buffer portB mempunyai kapasitas menyerap (sink) dan mencatu (source). Khusus PB6 dapat digunakan sebagai input kristal (inverting oscillator amplifier) dan input ke rangkaian clock internal, bergantung pada pengaturan fuse bit (ada dalam software programmer/downloader) yang digunakan untuk memilih sumber clock. Khusus PB7 dapat digunakan output kristal (output inverting oscillator amplifier) bergantung pada pengaturan fuse bit yang digunakan untuk memilih sumber clock. Jika sumber clock yang dipilih dari oscillator internal, PB7 dan PB6 dapat digunakan sebagai I/O atau jika menggunakan asynchronous timer/counter2 maka PB6 dan PB7(TOSC2 dan TOSC1) digunakan untuk saluran input counter.
  5. Port C (PC5 .. PC0) : Port I/O 7-bit ([PC6], PC5…PC0) dengan resistor pullup internal tiap pin. Buffer portC mempunyai kapasitas menyerap (sink) dan mencatu (source).
  6. RESET/PC6 : Jika fuse bit RSTDISBL di "programmed", PC6 digunakan sebagai pin I/O. Jika fuse bit RSTDISBL di "unprogrammed", PC6 digunakan sebagai pin RESET (active low).
  7. Port D (PD7 .. PD0) : Port I/O 8-bit dengan resistor pull-up internal tiap pin. Buffer portC mempunyai kapasitas menyerap (sink) dan mencatu (source).
  8. AVcc adalah pin tegangan catu untuk A/D converter, PC3..PC0, dan ADC(7..6). AVcc harus dihubungkan ke Vcc, walaupun ADC tidak digunakan. Jika ADC digunakan, maka AVcc harus dihubungkan ke Vcc melalui "low pass filter". Catatan: PC5, PC4 digunakan catu tegangan Vcc digital.
  9. AREF : untuk pin tegangan referensi analog untuk ADC
  10. ADC7..6 (TQPF, QFN/MLF): Hanya ada pada kemasan TQPF dan QFN/MLF, ADC7..6 digunakan untuk pin input ADC.


Sumber:
PERANCANGAN MODEL TEMPAT TIDUR PASIEN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER
(DESIGN OF AUTOMATIC PATIENT’S BED MODEL BASED ON MICROCONTROLLER)
RIADISSYAKIRIN (611041024)
Library IT TELKOM Bandung
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."