login

Link

Advertise
 
Advertise
 
Advertise

Ensiklopedia

Long Term Evolution (LTE)

  • PDF

Long Term Evolution (LTE)
LTE didefinisikan dalam standar 3GPP Release 8 menjadi evolusi dari jaringan GSM dan juga bagian dari roadmap standar 3GPP2, bukan evolusi dari CDMA. Dengan spesifikasi seperti itu, LTE dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, biaya operasional yang lebih murah bagi operator, serta layanan mobile broadband kualitas tinggi untuk pengguna.
Roadmap evolusi teknologi nirkabel di dunia seperti di bawah ini:

  1. GSM (2G) - GPRS (2.5G) - EDGE - WCDMA (3G) - HSDPA (3.5G) -LTE (4G)
  2.  CDMA (2G) - CDMA 2000 - EV-DO (3G) - UMB (4G)
  3.  Wi-Fi - Fixed WiMAX - Mobile WiMAX - WiMAX II (4G)

Sesuai dengan sifatnya sebagai 4G, LTE akan menjadi all IP-based network. LTE atau biasa juga disebut SAE (System Architecture Evolution) disebut-sebut sebagai generasi keempat (4G) yang akan menggeser kemampuan 3G. Dalam akses data, LTE jauh melebihi generasi-generasi sebelumnya, bahkan standar spesifikasi kecepatan datanya sampai 100 Mbps pada arah downlink. Diperkirakan siap digelar sekitar 2010, LTE akan mampu membawa aplikasi yang menarik seperti TV interaktif dan game tingkat advance karena LTE mendukung kemampuan handover dan roaming ke jaringan bergerak eksisting maka cakupan yang melayani perangkat pelanggan menjadi ubiquitous. Banyak keunggulan yang ditawarkan oleh teknologi LTE ini, di antaranya penggunaan spektrum yang fleksibel, peningkatan kapasitas, latency yang rendah, biaya operasional yang lebih rendah, dan memiliki performansi yang tinggi.

LTE merupakan standar terbaru pada mobile network technology GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA, di mana jaringan teknologi mobile teknologi yang sekarang bekerja dengan lebih dari 85% dari seluruh pelanggan seluler akan memastikan dari 3GPP akan terjadi kompetisi dengan berbagai teknologi seluler lainnya. Para pencetus LTE mulai memikirkan perubahan besar dengan melihat teknologi baru pada air interface dan arsitektur sistem tanpa melihat sistem yang ada saat ini. Hal ini menyebabkan adanya banyak perubahan, misalnya seperti penggunaan teknologi OFDM sebagai basis air interface pada lapisan akses radio (radio access layer), arsitektur sistem flat IP (All-IP), level modulasi yang lebih tinggi dan lain-lain.

Jaringan LTE mampu mentransformasi pengalaman pengguna telekomunikasi, memperbarui layanan mobile broadband ke tingkatan baru sehingga kegiatan mobile seperti browsing internet, mengirim e-mail, video sharing, download musik, serta aplikasi-aplikasi lain akan sangat mudah diakses tanpa ada intervensi atau keterlambatan. LTE disiapkan untuk format jaringan seluler yang kekuatannya jauh melebihi daripada yang sudah ada sekarang baik 3G, HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) maupun HSUPA (High Speed Uplink Packet Access), LTE mampu memberikan downlink puncak harga minimal 100 Mbit/s, 50 Mbit/s di uplink dan RAN (Radio Access Network) sepanjang perjalanan waktu kurang dari 10 ms. LTE fleksibel mendukung bandwidth operator dari 1,4 MHz hingga 20 MHz serta kedua FDD (Frequency Division duplex) dan TDD (Time Division Duplex) dan mampu mengalirkan data hingga 100 Mbps untuk downlink dan 50 Mbps untuk uplink. Dengan kecepatan fantastis itu, beragam aplikasi bisa dinikmati lebih cepat dan real-time misalnya untuk game online.

Ada tiga teknologi kunci yang membuat LTE dapat memberikan kemampuan lebih, yaitu:

    • Orthogonal frequency division multiple access-OFDMA (DL) / Single carrier frequency division multiple access-SC-FDMA (UL) - Selain teknik modulasi yang robust, OFDMA dapat meningkatkan spektral efisiensi sedangkan SC-FDMA memiliki keunggulan dalam efisiensi daya. Selain itu, penggunaan kedua teknik multiple access tersebut membuat rancangan Rx lebih sederhana sehingga harga user equipment (UE) menjadi lebih murah.
    • MIMO (multiple input multiple output) - Teknik yang menggunakan beberapa antena pemancar dan penerima sekaligus dapat meningkatkan link capacity. Selain itu, teknik MIMO juga dapat mengatasi multi-path interference dan meningkatkan throughput.
    • Flat IP architecture
    •  Peningkatan spesifikasi pada elemen Radio Access Network (RAN) dan Radio Access Control (RAC) untuk meningkatkan performansi jaringan. Penggunaan OFDM dan MIMO yakni untuk mendukung berbagai kondisi, seperti mobilitas pengguna, baik yang bergerak dengan kecepatan tinggi (mobile) atau pun yang berkecepatan rendah (nomadic), jenis trafik (data atau suara), atau batasan cakupan (cellcentre/boundary), maka dikembangkanlah teknik-teknik yang mengkombinasikan beberapa akses jamak (hybrid multiple access).



    Sumber:
    ANALISIS KINERJA MIMO OFDM PADA KANAL RAYLEIGH (PERFORMANCE ANALYSIS OF MIMO OFDM ON RAYLEIGH CHANNEL)
    JULFIZA (111088015)
    Library IT TELKOM Bandung
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

LAST_UPDATED2