login

Link

Advertise
 
Advertise
 
Advertise

Ensiklopedia

Proses produksi job shop

  • PDF

Penjadwalan Job Shop
Proses produksi job shop (Ginting, 2009):
1. Job shop menangani variasi produk yang sangat banyak, dengan pola aliran yang berbeda-beda melalui pusat-pusat kerja.
2. Peralatan pada job shop digunakan bersama-sama oleh bermacam-macam order pada prosesnya, sedangkan peralatan pada flow shop digunakan khusus untuk satu jenis produk.
3. Job-job yang berbeda mungkin ditentukan oleh prioritas berbeda pula. Hal ini mengakibatkan produk tertentu yang dipilih harus diproses seketika pada saat order tersebut ditugaskan pada suatu pusat kerja.
Faktor-faktor tersebut menghasilkan sangat banyak kemungkinan kombinasi dari pembebanan (loading) dan urutan-urutan (sequencing). Perhitungan dari identifikasi dan evaluasi jadwal-jadwal yang mungkin menjadi sulit sehingga banyak perhatian diarahkan pada riset penjadwalan job shop. Selain itu, persiapan suatu penjadwalan job shop, penyesuaian dan pembaharuannya membutuhkan investasi yang besar untuk fasilitas computer. Satu hal yang harus diperhatikan dalam penjadwalan job shop adalah :
1. Job Shop loading, yaitu memutuskan pusat-pusat kerja yang mana suatu job harus ditugaskan. Menggunakan gantt chart dan metode penugasan.
2. Job sequencing, menentukan bagaimana urutan proses dari bermacam-macam job harus ditugaskan pada mesin-mesin tertentu atau pusat kerja tertentu.
Dalam penyelesaian masalah job shop digunakan prosedur yang ada dalam priority dispatcing rule. Dispatching rules dapat didefinisikan sebagai pemilihan operasi dari serangkaian pekerjaan yang akan diproses menggunakan aturan tertentu di mana usaha dan pekerjaan dapat dijadwalkan pada sumber daya dengan mempertimbangkan aturan-aturan tertentu, tergantung pada tujuan akhir atau tujuan dari jadwal yang dihasilkan.
Beberapa aturan prioritas atau aturan pengurutan pekerjaan menurut Baker (1974) Adalah
1. Random
Job yang akan dikerjakan diurutkan secara random (tiap job mempunyai kemungkinan yang sama untuk terpilih)
2. FCFS ( First Come First Serve )
Proses pengerjaan suatu pekerjaan dilakukan sesuai dengan saat kedatangannya. Pekerjaan yang datang lebih dulu dikerjakan lebih awal.
3. SPT( Shortest Processing Time )
Proses pekerjaan dilakukan berdasarkan waktu proses yang terpendek. Aturan ini cenderung mengurangi work in process, mean flow time dan mean lateness.
4. LWKR ( Least Work Remaining )
Aturan ini mempertimbangkan sisa waktu proses sampai job tersebut diselesaikan. Job dengan sisa waktu terkecil dipilih untuk diproses dahulu.
5. MWKR ( Most Work Remaining )
Aturan ini mempertimbangkan sisa waktu proses sampai job tersebut diselesaikan. Job dengan sisa waktu terbesar dipilih untuk diproses.
6. MOPNR ( Most Operations Remaining )
Aturan ini mempertimbangkan operasi yang mempunyai urutan operasi paling banyak dipilih untuk diproses.



Sumber:
Penjadwalan Job Shop
SUKARNO (112070002)
Library IT TELKOM Bandung
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."