login

Link

Advertise
 
Advertise
 
Advertise

Ensiklopedia

Pengukuran Kinerja

  • PDF

Pengukuran Kinerja
Penilaian kinerja merupakan suatu proses menilai hasil karya personel dengan menggunakan instrumen penilaian kinerja dengan membandingkanya dengan standar baku. Melalui penilaian itu kita dapat mengetahui apakah pekerjaan itu sudah sesuai atau belum dengan uraian pekerjaan yang telah disusun sebelumnya. Menurut Mangkunegara (2000) unsur-unsur yang dinilai dari kinerja adalah kualitas kerja, kuantitas kerja, keandalan dan sikap. Kualitas kerja terdiri dari ketepatan, ketelitian, keterampilan, kebersihan. Kuantitas kerja terdiri dari output dan penyelesaian kerja dengan ekstra. Keandalan terdiri dari mengikuti instruksi, inisiatif, kehati-hatian, kerajinan. Sedangkan sikap terdiri dari sikap terhadap perusahaan, karyawan lain dan pekerjaan serta kerjasama. Sedangkan Mathis dan Jackson berpendapat bahwa “Kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan karyawan. Kinerja karyawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi yang antara lain termasuk : kuantitas output, kualitas output, jangka waktu output, kehadiran di tempat kerja, dan sikap kooperatif. Bernardin dan Russel dalam Rosyidi menyebutkan adanya enam kriteria untuk mengukur kinerja seorang karyawan, yaitu:
1. Quality, sejauh mana kemampuan menghasilkan sesuai dengan kualitas standar yang ditetapkan perusahaan.
2. Quantity, sejauh mana kemampuan menghasilkan sesuai dengan jumlah standar yang ditetapkan perusahaan.
3. Timeleness, tingkat sejauh mana suatu kegiatan diselesaikan pada waktu yang dikehendaki dengan memperhatikan koodinasi out put lain serta waktu yang tersedia untuk kegiatan lain.
4. Cost of effectiveness, sejauh mana tingkat penerapan sumberdaya manusia, keuangan, teknologi, dan material yang mampu dioptimalkan.
5. Need of supervision, sejauh mana tingkatan seorang karyawan untuk bekerja dengan teliti tanpa adanya pengawasan yang ketat dari supervisor.
6. Interpersonal input, sejauh mana tingkatan seorang karyawan dalam pemeliharaan harga diri, nama baik dan kerjasama, diantara rekan kerja dan bawahan.

Dalam aspek manajemen sumber daya manusia terdapat aspek yang berfokus pada pengelolaan kinerja. Bacal memdefinisikan manajemen kinerja sebagai suatu proses komunikasi yang berkelanjutan dan dilakukan dalam kesepakatan bersama antara pekerja dan atasannya guna memberikan kejelasan akan sasaran suatu pekerjaan dan pemahaman terhadap suatu pelaksanaan pekerjaan yang baik. Sedangkan menurut Armstrong, manajemen kinerja adalah suatu proses berkelanjutan dimana terdapat suatu dialog evaluatif mengenai kejelasan harapan individu terhadap suatu pekerjaan, serta mengaitkan sasaran individu dengan sasaran organisasi untuk perbaikan kinerja organisasi secara keseluruhan. Armstrong menambahkan bahwa manajemen kinerja merupakan proses memahami dan mengelola kinerja dalam suatu kerangka tujuan, standar dan persyaratan atribut terencana yang disepakati sebagai sarana untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari organisasi, tim dan individu dalam perusahaan. Secara umum sistem manajemen kinerja adalah suatu proses untuk menciptakan komitmen bersama antara pekerja dan atasannya guna mencapai peningkatan kinerja yang menjadi keunggulan kompetitif perusahaan.

Sasaran kinerja adalah suatu pernyataan tentang kondisi apa yang diinginkan atau diharapkan oleh pekerja sebagai penjabaran objektif perusahaan, yang penetapannya dilakukan secara bersama-sama sehingga menjadi suatu komitmen dan kesepakatan bersama. Ukuran kinerja terpilih atau Key Performance Indicator adalah ukuran keberhasilan pelaksanaan tugas untuk fungsi, kelompok atau individu. Key Performance Indicator juga dapat didefinisikan sebagai adalah metrik finansial ataupun non-finansial yang digunakan untuk membantu suatu organisasi menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi. KPI digunakan dalam intelijen bisnis untuk menilai keadaan kini suatu bisnis dan menentukan suatu tindakan terhadap keadaan tersebut. KPI sering digunakan untuk menilai aktivitas-aktivitas yang sulit diukur seperti keuntungan pengembangan kepemimpinan, perjanjian, layanan, dan kepuasan. KPI berbeda tergantung sifat dan strategi organisasi. KPI merupakan bagian kunci suatu sasaran terukur yang terdiri dari arahan, KPI, tolok ukur, target, serta kerangka waktu.



Sumber:
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENILAIAN KINERJA DENGAN PENDEKATAN METODE BALANCED SCORECARD DI PT. PERTAMINA EP REGION JAWA
Ahmad Rifqy Azis (112071063)
Library IT TELKOM Bandung
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."