login

Link

Advertise
 
Advertise
 
Advertise
Detail TA PA
USULAN PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN PENANGANAN GANGGUAN LISTRIK PADA PT PLN APJ DEPOK MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA
112070168
ERMINA VINA KUSUMA
Periode II
2011
Hit : 58
 


Abstrak


PT. PLN (Persero) merupakan perusahaan monopoli dalam bisnis retail ketenagalistrikan di Indonesia yang melakukan pemenuhan kebutuhan energi listrik secara nasional. Selain memiliki tanggung jawab untuk melakukan peningkatan terhadap pelayanannya kepada masyarakat, perusahaan juga bertanggung jawab dalam pengembangan listrik ke arah yang lebih baik di Indonesia. Oleh karena itu, walaupun masyarakat Indonesia sudah pasti menggunakan tenaga listrik yang hanya disediakan oleh PT. PLN, perusahaan tetap harus terus berupaya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan serta terus meningkatkan kinerja pelayanannya guna menghadapi kemajuan bisnis di masa yang akan datang.

Pengukuran kinerja layanan penanganan gangguan listrik dapat dilakukan dengan menerapkan metode Six Sigma. Metode six sigma merupakan metode yang melakukan pendekatan menyelesaikan masalah dan peningkatan proses melalui fase DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Metode ini bukan merupakan metode yang hanya didominasi oleh penggunaan statistik, tetapi merupakan perpaduan antara disiplin ilmu dan pendekatan yang berfokus pada pengurangan jumlah cacat dan mencari penyebab timbulnya variasi pada proses yang memengaruhi kualitas produk.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh dua CTQ potensial yang memengaruhi kinerja layanan penanganan gangguan listrik, yaitu waktu petugas PLN tiba di lokasi gangguan listrik dan waktu petugas PLN menyelesaikan perbaikan gangguan listrik. Mengacu pada data cacat perusahaan, nilai sigma layanan penanganan gangguan listrik untuk waktu petugas PLN tiba di lokasi gangguan listrik adalah 3,454. Beberapa rekomendasi diberikan untuk meningkatkan nilai sigma layanan penanganan gangguan listrik PLN.

Kata Kunci : Kinerja, Six Sigma, Cacat
 


Abstract


PT. PLN (Persero) is a monopolist in the electricity retail business in Indonesia which fulfill the needs of electrical energy nationally. Beside have a responsibility to do further improvement of its service to the community, the company is also responsible in the development for better electricity in Indonesia. Even the people of Indonesia is definitely use only electric power supplied by PT. PLN, the company still have to strive continually to improve customer satisfaction and improve the performance of its service continuously to deal with the progress of business in the future.

Performance measurement of electrical interference handling service can be done by applying Six Sigma method. Six sigma method is a problem solving and process improvement method through the phases of DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). This method is not the only method which is dominated by the use of statistics, but it is a blend of disciplines and approaches that focus on reducing the number of defects and searching for causes of variation in processes that affect product quality.

Based on research results, obtained two CTQs which potentially affect the performance of electrical interference handling service, they are the arrival time of PLN officers at the electrical interference location and time of PLN personnel completed repairs electrical interference. Referring to the defect data from company, the sigma value of electrical interference handling service for the arrival time of PLN officers at the electrical interference location is 3,454. Some recommendation is given to increase the sigma value of electrical interference handling service.

Keywords : Performance, Six Sigma, Defect